Penyebab Pusing dan Mata Terasa Berat

Selasa, 12 Maret 2024 | Safecare Admin



kepala-pusing-mata-terasa-berat

Semua orang pernah merasakan sakit kepala. Tapi, kalau sakit kepalanya terasa seperti ada tekanan yang menjalar dari kepala hingga ke bagian belakang mata, bisa-bisa itu bikin aktivitas jadi terganggu. Nah, apa sih yang bisa jadi penyebabnya?.

Biasanya, sakit kepala yang sering kita rasakan bisa terasa di sekitar pelipis, dahi, leher, dan bahkan bisa sampai ke belakang mata. Terkadang, sakitnya bisa membuat salah satu atau kedua sisi mata terasa berdenyut, tegang, panas, terasa perih, dan bahkan sakitnya sangat menusuk.

Beberapa hal bisa bikin sakit kepala sampai ke mata, contohnya akan kita bahas dalam pembahasan berikut:

 

1. Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang biasanya hanya terjadi di satu sisi kepala. Hal ini disebabkan oleh gangguan dalam cara saraf berkomunikasi dan pelepasan bahan kimia tertentu di otak.

Dikutip dari Mayo Clinic, tanda-tanda migrain antara lain sebagai berikut:

  • Sakit kepala yang dirasakan di satu sisi kepala dan menyebar hingga ke mata.
  • Merasa mual dan muntah.
  • Menjadi sensitif terhadap hal apapun yang terkait indera perasa.
  • Merasa pusing karena penglihatan menjadi buram dan muncul bintik-bintik terang di pandangan.

Kepala tertekan, nyeri di area mata adalah gejala umum yang sering terjadi pada migrain, tetapi setiap orang bisa merasakan gejala yang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin hanya mengalami satu gejala, sedangkan yang lain mungkin mengalami beberapa gejala sekaligus.

Terkadang, migrain bisa menyebabkan gejala yang jarang terjadi seperti kesulitan berbicara untuk sementara waktu atau munculnya nyeri seperti tertusuk-tusuk di sekitar lengan atau kaki.

 

2. Gangguan Penglihatan

Otot di sekitar mata memegang peran penting dalam menyampaikan pesan visual kepada otak untuk diubah menjadi gambar. Ketika ada gangguan dalam cara otot-otot ini bekerja bersama, bisa menyebabkan ketidaknyamanan seperti sakit kepala dan mata yang terasa tidak enak.

Salah satu contoh gangguan mata adalah Disfungsi Penglihatan Binokular. Menurut pendapat salah satu ahli mata dari Michigan, gangguan ini adalah kondisi di mana otot-otot ini tidak berfungsi dengan baik. Hal ini bisa membuat salah satu mata terlihat lebih tinggi atau lebih rendah dari yang seharusnya, dan dapat menyebabkan sakit kepala yang menjalar hingga ke mata.

Penyebab gejala ini ini biasanya karena kurangnya koordinasi antara sistem keseimbangan dalam telinga dan penglihatan. Akibatnya, gambar yang kita lihat mungkin tidak terfokus dengan baik di belakang mata.

Gejalanya bisa beragam, termasuk sakit kepala, mata yang terasa nyeri dan berdenyut, serta sensasi pusing, mual, dan kecemasan. Beberapa gejala tambahan yang bisa terjadi termasuk nyeri pada wajah, leher, dan punggung, kesulitan mempertahankan keseimbangan, serta masalah dalam penglihatan seperti pandangan kabur, penglihatan ganda, atau kepekaan berlebihan terhadap cahaya. 

Penyakit ini sangat menghambat segala aktivitas. Bahkan Anda bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, membaca, atau memahami bacaan yang dibaca.

 

3. Tekanan Darah Tinggi Akibat Gangguan Mata

Hal ini bisa disebut dengan Retinopati Hipertensi. Dilansir dari Eye Wiki, retinopati hipertensi adalah gangguan pada mata yang terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi terjadi saat tekanan darah di seluruh tubuh naik di atas batas normal, yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Semakin tinggi tekanan darah seseorang dan semakin lama kondisi itu berlangsung, semakin besar kemungkinan mereka mengalami kerusakan mata yang serius.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat membuat pembuluh darah di retina menjadi lebih tebal. Akibatnya, darah sulit mencapai retina dengan baik. Hal ini kemudian memicu munculnya retinopati hipertensi.

Dengan kata lain, semakin tinggi tekanan darah seseorang dan semakin lama kondisi ini berlangsung, semakin besar risiko mereka mengalami kerusakan mata yang serius.

 

Baca Juga: Tips Atasi Mata Terasa Berat dan Pusing

 

4. Sakit Kepala Tegang

Gejala ini bisa disebut dengan tension headache. Sakit kepala jenis ini adalah yang paling sering terjadi, terutama dialami oleh wanita. Biasanya, sakit kepala jenis ini disebut sebagai sakit kepala tegang. Gejala dari penyakit ini ditandai dengan  nyeri di dahi dan mata, bahkan bisa membuat mata Anda terasa sakit. Sensasinya mirip seperti ada tekanan atau tarikan di bagian dahi dan mata Anda, yang juga bisa membuat Anda merasa pusing. Namun, bedanya dengan jenis sakit kepala lainnya, Anda mungkin tidak akan merasakan denyutan di kepala Anda.

Sakit kepala tegang ini cenderung datang secara berkala, mungkin satu atau dua kali dalam sebulan. Selain nyeri di mata, gejala lain yang mungkin Anda rasakan termasuk:

  • Sakit kepala yang terasa tumpul
  • Rasa nyeri dan ketegangan di leher dan dahi.

 

5. Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi dimana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Ketika tubuh kekurangan cairan, hal ini dapat mempengaruhi banyak fungsi tubuh, termasuk keseimbangan elektrolit dan sirkulasi darah.

Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah dalam sistem sirkulasi akan berkurang, yang dapat mengganggu aliran darah ke otak. Ini bisa menyebabkan penurunan tekanan darah dan menyebabkan pusing. 

Selain itu, dehidrasi juga dapat mempengaruhi fungsi normal otot dan saraf, termasuk otot-otot yang mengendalikan gerakan mata. Ketika otot-otot ini tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan cairan, mata bisa terasa berat atau sulit untuk digerakkan dengan mudah.

 

6. Stress

Mata terasa berat disertai pusing adalah salah satu gejala umum yang sering terjadi saat seseorang mengalami tekanan mental atau sesuatu yang mengusik emosinya. Ketika hal ini terjadi, tubuhnya merespons dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. 

Respons ini dapat menyebabkan sejumlah perubahan fisik, termasuk peningkatan tekanan darah dan ketegangan otot di area kepala dan leher. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar mata dan otak menyempit, yang kemudian mengganggu aliran darah yang optimal. 

Akibatnya, seseorang dapat merasakan sensasi berat di mata dan mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi atau fokus. Selain itu, stres juga dapat mengganggu pola tidur, yang pada gilirannya dapat memperburuk gejala tersebut.

 

7. Gangguan Tidur Seperti Insomnia

Gangguan tidur seperti insomnia atau susah tidur dapat mempengaruhi keseimbangan kimia dalam otak. Ketika seseorang tidak tidur cukup, sistem saraf pusat menjadi terganggu, termasuk bagian otak yang mengatur fungsi-fungsi penting seperti konsentrasi, mood, dan persepsi sensori. 

Hal-hal tersebut bisa memicu munculnya gejala seperti pusing, serta sensasi berat atau pening di kepala. Selain itu, gangguan tidur juga dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf otonom yang mengatur berbagai fungsi tubuh termasuk tekanan darah, detak jantung, dan tingkat hormon pemicu stres. Akibatnya, gangguan ini dapat menciptakan sensasi kepala terasa berat ketika mengalami pusing. 

 

8. Menggunakan Minyak Angin Untuk Meredakan Sakit Kepala

Menggunakan minyak angin pada area yang dirasa sakit dan nyeri sangat membantu dalam merilekskan dan meringankan gejalanya. Saat ini, dengan kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi, beberapa bahan aromatik dikombinasikan dengan cermat untuk menciptakan produk minyak angin yang praktis dan mudah digunakan dimana saja dan kapan saja.

 

 

Salah satu produk minyak angin yang sedang populer saat ini adalah Safe Care Minyak Angin Woody ukuran 10ml. Tidak hanya memiliki aroma yang menyegarkan, tetapi juga efektif dalam meredakan sakit kepala, masuk angin, dan mabuk darat, laut, dan udara. Dengan menggunakan produk Safe Care Minyak Angin Woody 10ml, Anda dapat merasakan manfaat langsung dari beberapa kandungan aromatik seperti cedarwood, cengkeh, dan patchouli.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo dapatkan Safe Care Minyak Angin Woodysekarang juga!

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar