Begini Cara Atasi Perut Kembung Saat Berpuasa

Selasa, 13 Februari 2024 | Safecare Admin



cara-mengatasi-perut-kembung-saat-puasa

Perut kembung bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat atau penyakit seperti maag. Meskipun tidak membahayakan, perut kembung harus segera diatasi karena dapat mengganggu aktivitas Anda, terutama ketika Anda menjalankan ibadah puasa Ramadhan. 

Perut kembung bisa berasal dari penumpukan gas di dalam sistem pencernaan, baik di lambung maupun usus, yang dapat disebabkan oleh udara dari luar atau peningkatan produksi gas di dalam usus. 

Meskipun hal ini tidak membahayakan, gejala ini dapat mengindikasikan adanya gangguan pencernaan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, perut kembung tetap perlu segera ditangani, agar rasa tidak nyaman yang bisa menghilangkan selera makan atau yang lainnya. Berikut beberapa cara mengatasi perut kembung yang menghambat aktivitas puasa.

 

1. Cari Posisi Aman Untuk  Buang Angin

Untuk mengatasi perut kembung saat berpuasa, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencari posisi duduk yang paling nyaman. Anda dapat mencoba beberapa posisi duduk yang berbeda untuk menemukan yang paling cocok bagi Anda. Salah satu cara yang efektif adalah dengan duduk dengan posisi tegak dan rileks, kemudian tekuk lutut Anda sedikit ke arah dada. Dengan melakukan ini, Anda memberikan ruang ekstra bagi perut Anda untuk mengeluarkan gas secara alami. 

Selain itu, cobalah untuk menghindari posisi duduk yang terlalu cekung atau terlalu rapat, karena hal ini dapat memperburuk perut kembung. Jika memungkinkan, berjalan-jalan ringan atau melakukan gerakan tubuh lainnya juga dapat membantu memperlancar peredaran udara dalam tubuh dan mengurangi ketidaknyamanan akibat perut kembung saat berpuasa.

 

2. Istirahat Sejenak

Mengatasi perut kembung saat berpuasa cukup dilakukan dengan istirahat tidur. Posisi tidur yang disarankan adalah miring ke sisi, baik kiri maupun kanan, dengan menggunakan bantal di antara lutut untuk menjaga posisi tubuh tetap stabil. Posisi ini membantu memperlancar aliran pencernaan dan mengurangi tekanan pada perut, sehingga dapat mengurangi perasaan kembung. 

Selain itu, hindari tidur terlentang lurus atau menyamping, karena posisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks asam lambung dan menimbulkan perut kembung.

 

3. Pastikan Asupan Air Cukup Untuk Menjalani Puasa Seharian

Meminum banyak air dapat memiliki manfaat signifikan dalam mengurangi kemungkinan terjadinya kembung akibat dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat mengganggu proses pencernaan. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, proses pencernaan dapat terhambat karena kekurangan cairan, yang mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit.

Dalam upaya untuk mengatasi efek dari dehidrasi ini, Anda terapkan pencegahan dehidrasi dari Kementerian Kesehatan RI dengan konsep 2-4-2. Artinya, pada saat berbuka, minumlah 2 gelas air putih guna menggantikan cairan yang hilang selama beraktivitas di tengah puasa.

Selanjutnya, minumlah 4 gelas air putih dengan pola satu gelas sebelum makan, satu gelas setelah makan malam, satu gelas setelah tarawih, dan satu gelas menjelang tidur. Dengan cara ini Anda dapat membantu pelancaran proses pencernaan makanan dalam perut.

Pada saat sahur, minum dua gelas air putih dengan pola satu gelas saat bangun tidur atau sebelum makan sahur, dan satu gelas setelah makan sahur. Dengan menjalankan pola ini, kebutuhan cairan tubuh akan terjaga secara optimal selama seharian penuh.

 

4. Makan Perlahan-Lahan

Proses interaksi antara otak dan perut dalam memberi sinyal kenyang pada saat mengonsumsi makanan berhenti sekitar 15-20 menit setelah suapan pertama masuk ke dalam mulut. Hal ini didasarkan pada mekanisme fisiologis tubuh yang melibatkan pelepasan hormon kenyang seperti leptin dan peptida YY (PYY) dari saluran pencernaan ke dalam darah, yang kemudian memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh sudah terpenuhi dengan makanan.

Penelitian yang dilakukan oleh Katherine J. Wu dari The Atlantic menemukan hubungan yang antara kecepatan makan dan kelebihan berat badan. Studi tersebut menyoroti bahwa pola makan yang terlalu cepat dapat menjadi salah satu penyebab menggembungnya perut akibat pola makan yang berlebih. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan perhatian saat makan dengan cepat, yang sering kali menyebabkan konsumsi makanan yang berlebihan karena sinyal kenyang yang terganggu.

Oleh karena itu, ketika hendak sahur, makanlah dalam porsi normal dan tidak terburu-buru. Nikmati setiap suapan nasi dan lauk pauk penyertanya. Begitu juga dengan waktu berbuka, makanlah makanan ringan terlebih dahulu supaya lambung tidak kaget dari kosongnya asupan makanan sejak imsak di pagi hari.

 

Baca Juga: Penyebab Perut Kembung Saat Puasa

 

5. Hindari Konsumsi Makanan Pedas

Bukan orang Indonesia jika tidak menyukai makanan pedas. Pada saat waktu berbuka puasa pun kita sering menjumpai adanya makanan dengan bumbu cabai yang berlimpah. Namun tidak banyak orang mengetahui bahwa makanan pedas apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak akan menimbulkan masalah kesehatan terutama pada pencernaaan, yang ditandai dengan gejala perut kembung. 

Tinjauan  dr. Patricia Lukas Goentoro dari Hello Sehat, salah satu penyakit penyerta yang akan datang sebagai dampak buruk makanan pedas adalah GERD, atau yang dikenal dengan refluks asam lambung. Ketika Anda mengalami GERD, akan ada sensasi terbakar di dada akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Maka dari itu, kurangi makanan pedas saat berbuka dan juga sahur. Sebagai gantinya pilihlah makanan tinggi serat dan kaya nutrisi, namun tetap melezatkan sehingga suasana makan menjadi lebih nikmat.

 

6. Kompres Perut Dengan Air Hangat

Kompres perut dengan menggunakan air hangat adalah salah satu metode yang umum digunakan ketika perut kembung. Anda cukup siapkan botol plastik yang diisi dengan air hangat lalu tempatkan secara lembut di atas area perut yang terasa nyeri atau kram akibat kembung tersebut. 

Dilansir dari Alodokter, prinsip dasar di balik penggunaan kompres perut ini adalah penerapan panas pada area yang sakit, yang dapat membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan aliran darah ke area tersebut, dan mengurangi rasa tidak enaknya. Selain itu, panas dari botol air hangat tersebut juga dapat merangsang sistem pencernaan, membantu mengurangi perut kembung, dan mengurangi kekakuan pada area perut. Sehingga rasa nyerinya dapat diredakan.

 

7. Oleskan Minyak Angin di Area Perut

Gangguan kembung saat puasa bisa ditahan apabila gejalanya belum terlalu mengganggu. Tetapi jika perut kembung sudah dirasa benar-benar nyeri, maka harus dilakukan penanganan segera.

Apakah dengan membatalkan puasa, lalu minum obat? Tidak. Anda cukup oleskan minyak angin pada area perut. Hal ini dapat meredakan gejala nyeri akibat perut kembung tersebut. Untuk pencegahan nyeri perut terbaik, Anda bisa gunakan Safe Care Minyak Angin Forest 10ml. 

 

 

Dengan kemasan yang kompak, minyak angin ini dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Anda bisa gunakan ini untuk meredakan gejala nyeri yang tidak mengenakkan di area perut. Ditambah lagi,  Safe Care Minyak Angin Forest 10ml bisa Anda dapatkan di warung terdekat atau marketplace online pilihan Anda. Jadi, ayo tunggu apa lagi? Beli Safe Care Forest sekarang juga! #yangadaSAFEnya

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar