Apa Saja Penyebab Lemas Saat Puasa?

Selasa, 13 Februari 2024 | Safecare Admin



penyebab-lemas-saat-puasa

Saat tubuh terasa lemas, apapun yang dilakukan menjadi bosan. Alhasil, muncul rasa tidak mood untuk melakukan apa pun, termasuk beraktivitas. Apalagi dalam kondisi berpuasa yang harus menahan lapar dan haus dari pagi hingga sore hari.

Keluhan lemas saat puasa adalah hal yang kerap terjadi.Tidak semua memiliki ketahanan tubuh yang kuat dalam beraktivitas ketika puasa. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab lemas di tengah-tengah ibadah puasa berlangsung. Apa saja? mari simak pembahasan berikut ini.

 

1. Kurangnya Waktu Istirahat Yang Digunakan

Tidak memiliki waktu istirahat yang memadai bisa menjadi penyebab mengapa muncul rasa lemas saat puasa di tengah hari.  Sekadar informasi, ketika Anda tertidur, tubuh sedang melakukan banyak hal, diantaranya adalah menyimpan memori sepanjang hari, melepaskan hormon yang mengatur tingkat metabolisme tubuh dan menyimpan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas di kemudian hari. 

Secara umum, orang dewasa idealnya membutuhkan waktu 7 jam tidur per malam untuk kesehatan yang optimal. Ketika bulan Ramadhan, waktu tidur tersebut terpotong oleh jam makan sahur dan shalat subuh  Karena itulah, solusi dari permasalahan ini adalah cobalah tidur lebih awal dari jam tidur normal agar Anda bisa bangun untuk makan sahur dalam kondisi yang bugar. Sehingga saat beraktivitas di pagi hari, energi tubuh tersedia untuk menjalani puasa seharian penuh.

 

2. Dehidrasi

Durasi puasa sepanjang hari dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan mengakibatkan dehidrasi. Karena itulah, untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi adalah dengan meminum cukup banyak air, agar kebutuhan cairan dalam tubuh dapat terpenuhi.

Himbauan dari Kementerian Kesehatan RI, menunjukkan gejala dehidrasi selama puasa dapat diatasi dengan mengkonsumsi dua gelas air putih pada saat sahur. Konsumsi air dapat dibagi menjadi satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur. Selanjutnya saat berbuka puasa, minum dua gelas air lagi. Konsumsi air putih pada saat berbuka puasa membantu menggantikan cairan yang hilang selama aktivitas seharian penuh. Biasakan untuk mendahulukan berbuka dengan air putih baru dilanjut dengan makanan lainnya. 

Kemudian disarankan juga untuk minum air putih saat malam hari hingga menjelang tidur sebanyak 4 gelas. Pembagiannya adalah  dua gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih menjelang tidur. Dengan menerapkan hal ini, niscaya kebutuhan cairan tubuhmu cukup untuk menjalankan puasa tanpa adanya hambatan.

 

3. Lakukan Aktivitas Fisik Yang Menyehatkan

Agar badan tidak mudah lemas,maka biasakanlah untuk menggerakkan tubuh agar saraf-saraf otot terlatih dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga dalam melakukan apapun Anda tidak mudah lemas dan lelah bahkan dalam kondisi berpuasa sekalipun.

Jika Anda terlalu lama berdiam diri dan bermalas-malasan, seluruh makanan yang dimakan ketika sahur akan menumpuk dan tidak bisa diolah menjadi energi. Sebaliknya, makanan yang Anda makan diubah menjadi lemak yang dapat menumpuk, sehingga menyebabkan penggembungan di perut yang menyebabkan tubuh susah untuk digerakkan.

Oleh karena itu, lakukan kegiatan yang melibatkan keseluruhan anggota tubuh bergerak. Misalnya seperti jogging, olahraga, aktivitas bersih-bersih, dan semacamnya agar lemak yang menumpuk terbakar dan menjadi sumber energi yang menyehatkan.

 

Baca Juga: Cara Agar Puasa Tidak Lemas

 

4. Kurang Asupan Makanan Bergizi

Kurangnya asupan nutrisi bisa mempengaruhi kondisi badan ketika berpuasa. Untuk mendukung tubuh supaya kuat dalam berpuasa dan juga menjalani aktivitas sehari-hari, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan vitamin B12 dalam asupan sahur dan berbuka. Kedua nutrisi tersebut telah terbukti meningkatkan laju metabolisme dan membuat stamina tubuh lebih terjaga. Selain itu juga makanan yang mengandung protein lebih berisi dibanding karbohidrat atau lemak. Sehingga rasa lapar bisa tertahankan dalam waktu lama.

 

5. Stress dan Kecemasan

Stres dapat mempengaruhi tubuh secara fisik dan mental, serta memicu berbagai respons biologis yang dapat mengakibatkan kelelahan dan kelemahan. Dilansir dari nature.com, saat seseorang merasa stres, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan epinefrin. Kedua hormon ini dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, serta mengganggu pola tidur dan pencernaan. 

Selain itu, stres juga dapat memicu perubahan perilaku makan dan minum, seperti meningkatnya konsumsi kafein atau merokok, yang dapat memperburuk kondisi tubuh saat berpuasa. Ketika seseorang berpuasa, tubuhnya mengalami perubahan dalam pola makan dan asupan nutrisi, sehingga stres tambahan dapat memperburuk kelelahan yang dirasakan.

 

6. Kurangnya Asupan Gula 

Berpuasa dapat menyebabkan penurunan kadar gula dalam tubuh karena tidak adanya asupan makanan selama jangka waktu tertentu. Pada saat yang sama, tubuh akan mudah lelah karena tidak mendapatkan energi yang didapatkan dari asupan gula tersebut. Karena itu berbuka dengan makanan atau minuman yang mengandung gula akan meningkatkan kembali energi tubuh yang terkuras seharian tadi.

Namun, perlu diingat bahwa makanan atau minuman manis tidak boleh berlebihan. Konsumsi berlebihan makanan dan minuman manis selama bulan puasa dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam kadar gula darah, sehingga meningkatkan risiko diabetes.

 

7. Konsumsi Kafein

Minum kopi merupakan kebiasaan orang dalam memulai aktivitas di pagi hari. Ketika bulan Ramadhan tiba, kebiasaan ini diubah waktunya di jam sahur dibarengi dengan konsumsi makanan berat. Bagi sebagian orang, kopi bisa menjadi obat dalam mengusir kantuk sekaligus meningkatkan konsentrasi dan tenaga. Ada beberapa orang yang tetap minum kopi, tapi tidak merasakan hal yang menjadi sugesti tersebut.Sebaliknya, malah membuat tubuh menjadi lemas dan lebih lelah dari biasanya.

Dikutip dari laman medicine.net, dalam tubuh Anda terdapat zat kimia yang bernama adenosine. Zat ini ditemukan berkumpul di sekitar otak. Adenosin berperan dalam mengatur siklus bangun dan tidur seseorang. Di siang hari, kadar adenosin akan meningkat sehingga aktivitas otak menjadi lambat. Itulah sebabnya Anda menjadi tidak bertenaga, tidak fokus, dan mengantuk pada waktu itu. 

 

8. Minyak Angin Untuk Atasi Tubuh Lemas Saat Puasa

Penggunaan minyak angin untuk mengatasi kelelahan atau kelemahan tubuh umumnya didasarkan pada efek aromaterapi yang dapat memberikan sensasi penyegaran dan relaksasi. Banyak orang percaya dengan menghirup atau mengoleskan minyak angin dibagian tubuh tertentu dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot. Hal ini juga sangat membantu dalam mengurangi kelelahan otot dan meningkatkan energi.

 

 

 

Bicara soal minyak angin, Salah satu produk minyak aromaterapi yang bisa Anda andalkan saat ini adalah Safe Care Minyak Angin Aromatherapy roll-on 10ml. 

Dengan kemasan yang kompak, minyak angin ini dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Selain itu, minyak angin ini dilengkapi dengan bola yang berfungsi memudahkan penggunaannya. Anda tidak perlu khawatir lagi isi minyak akan tumpah berkat bola roll ini. Anda bisa gunakan Safe Care Minyak Angin Aromatherapy untuk memulihkan tubuh dari kelelahan akibat beraktivitas berat. 

Ditambah lagi,  Safe Care Aromatherapy roll-on 10ml bisa Anda dapatkan di toko terdekat atau marketplace online pilihan Anda. Jadi, ayo tunggu apa lagi? Beli produk Safe Care sekarang juga!

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar