Yuk Ketahui! Cara Agar Puasa Tidak Lemas

Selasa, 13 Februari 2024 | Safecare Admin



cara-agar-puasa-tidak-lemas

Tubuh lemas saat puasa memang hal yang biasa terjadi. Namun, hal ini tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menghambat aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari, bahkan dapat menurunkan tingkat imun tubuh. 

Jika orang yang baru merasakan puasa, kondisi ini dapat terjadi pada fase awal atau di minggu-minggu pertama bulan Ramadhan. Hal ini bisa terjadi karena terdapat proses adaptasi kebiasaan individu yang mempengaruhi kinerja tubuh sebelum waktu puasa.

Namun tenang saja, dalam pembahasan kali ini kami akan berikan tips agar Anda tetap kuat dan tidak mudah lelah serta mengantuk dalam menjalani puasa dan aktivitas sehari-hari.

 

1. Konsumsi Makanan Yang Dapat Membuat Tubuh Kuat

Untuk mendukung tubuh supaya kuat dalam berpuasa dan juga menjalani aktivitas sehari-hari, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan vitamin B12 dalam asupan sahur dan berbuka. Kedua nutrisi tersebut telah terbukti meningkatkan laju metabolisme dan membuat stamina tubuh lebih terjaga. Selain itu juga makanan yang mengandung protein lebih berisi dibanding karbohidrat atau lemak. Sehingga rasa lapar bisa tertahankan dalam waktu lama.

Tinjauan dr. Andreas Wilson Setiawan dari Hello Sehat, makanan yang kaya serat juga dianjurkan agar Anda kuat dalam menjalani aktivitas dan juga puasa seharian. Serat adalah jenis karbohidrat kompleks yang tidak dicerna oleh tubuh, tetapi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi. Makanan kaya serat seperti yang ditulis dalam laman hello sehat, meliputi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh mendorong produksi energi yang stabil dan menjaga rasa kenyang lebih lama di pagi hingga waktu berbuka. 

 

2. Konsumsi Air Yang Cukup Untuk Menjalani Hari

Durasi puasa sepanjang hari dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan mengakibatkan dehidrasi. Hal itulah yang membuat tubuh menjadi mudah lemas dan lelah.

Anda bisa mengikuti himbauan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI yaitu mengonsumsi dua gelas air putih pada saat sahur. Konsumsi air dapat dibagi menjadi satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur. Selanjutnya saat berbuka puasa, minum dua gelas air lagi. Kemudian lanjutkan dengan minum air putih saat malam hari hingga menjelang tidur sebanyak 4 gelas. Pembagiannya adalah  dua gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih menjelang tidur. Dengan menerapkan hal ini, niscaya kebutuhan cairan tubuhmu cukup untuk menjalankan puasa tanpa adanya hambatan.

 

3. Hindari Makan Dalam Porsi Berlebihan

Ketika seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, tubuh Anda jadi harus bekerja lebih keras untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan tersebut. Proses ini akan menguras energi yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan, yang dapat mengakibatkan peningkatan aliran darah ke saluran pencernaan. 

Akibatnya, sirkulasi darah ke bagian lain tubuh, seperti otot dan otak, dapat berkurang, sehingga tubuh menjadi mudah lelah dan lemas. Selain itu, makanan dalam jumlah berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan produksi insulin oleh tubuh untuk mengatur kadar gula darah. Hal ini dapat memicu penurunan kadar glukosa darah setelah makan yang juga dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan kurang bertenaga.

 

4. Jaga Waktu Tidur Anda

Kurang tidur sebenarnya menjadi penyebab utama mengapa tubuh terasa lemas saat berpuasa sambil menjalani aktivitas.  Penyebabnya adalah karena tubuh melepaskan hormon yang mengatur tingkat metabolisme tubuh dan menyimpan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas di kemudian hari ketika Anda tertidur, Nah ketika waktu tidur berkurang, maka jumlah energi yang tersimpan tidak cukup untuk mengisi tenaga sehingga fisik Anda akan mudah lelah bahkan ketika melakukan aktivitas ringan sekalipun.

Dikutip dari Healthline, orang dewasa idealnya membutuhkan waktu 7 jam tidur per malam untuk memulihkan tenaga di pagi hari. Ketika bulan Ramadhan, waktu tidur tersebut terpotong oleh jam makan sahur dan shalat subuh  Karena itulah, solusi dari permasalahan ini adalah tidur lebih awal dari jam tidur normal agar Anda bisa bangun untuk makan sahur dalam kondisi yang bugar. Sehingga saat beraktivitas di pagi hari, energi tubuh tersedia untuk menjalani puasa seharian penuh.

 

5. Kurangi Aktivitas Yang Melelahkan

Saat seseorang melakukan aktivitas fisik yang intens dan berkepanjangan, tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk mempertahankan aktivitas tersebut. Proses ini meningkatkan penggunaan oksigen dan nutrisi oleh otot yang aktif. Selain itu, aktivitas berat dan lama juga dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh karena hilangnya cairan dan garam melalui keringat. Jadi kelelahan yang Anda rasakan berasal dari kurangnya cairan dan elektrolit yang mengganggu fungsi normal sel dan organ tubuh.

Oleh karena itu, kurangi kegiatan yang bisa menguras tenaga Anda. Karena beraktivitas dalam porsi dan durasi yang tidak sewajarnya malah membuat tubuh kembali menjadi lemas.

 

Baca Juga: Tips Agar Puasa Tidak Gampang Ngantuk

 

6. Kurangi Asupan Kafein

Minum kopi merupakan kebiasaan orang dalam memulai aktivitas di pagi hari. Ketika bulan Ramadhan tiba, kebiasaan ini diubah waktunya di jam sahur dibarengi dengan konsumsi makanan berat. Bagi sebagian orang, kopi bisa menjadi obat dalam mengusir kantuk sekaligus meningkatkan konsentrasi dan tenaga. Ada beberapa orang yang tetap minum kopi, walaupun pada ujungnya mereka tetap mengantuk.

Dikutip dari laman medicine.net, dalam tubuh Anda terdapat zat kimia yang bernama adenosin, zat ini ditemukan berkumpul di sekitar otak. Dan juga minuman seperti kopi atau teh. Adenosin berperan dalam mengatur siklus bangun dan tidur seseorang. Di siang hari, kadar adenosin akan meningkat sehingga aktivitas otak menjadi lambat. Itulah sebabnya Anda menjadi tidak bertenaga, tidak fokus, dan mengantuk pada waktu itu. 

 

7. Konsumsi Suplemen Saat Sahur

Suplemen yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh yang mungkin kurang terpenuhi selama puasa. Saat sahur, penting untuk memilih suplemen yang mengandung zat-zat penting seperti vitamin, mineral, dan elektrolit. 

Vitamin dan mineral dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi tubuh serta meningkatkan energi dan daya tahan tubuh. Sedangkan elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, yang penting untuk menjaga hidrasi dan fungsi normal organ tubuh.

 

8. Hirup Aroma Minyak Angin

Minyak angin dapat memberikan efek penyegaran dan meningkatkan stamina. Komponen-komponen aktif dalam minyak angin, seperti mentol atau camphor, dapat merangsang sistem pernapasan dan memberikan sensasi segar yang memberikan sugesti agar tubuh pulih kembali. 

Hal itu berkat sifat aromatik dari minyak angin yang mampu meningkatkan mood yang membantu mengatasi kelelahan mental, yang secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan tingkat energi secara keseluruhan. Selain itu, terapi pijat dengan menggunakan minyak angin juga dapat membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah, yang dapat memberikan rasa relaksasi dan memulihkan energi fisik.

 

Salah satu produk minyak aromaterapi yang bisa Anda andalkan saat ini adalah Safe Care Minyak Angin Aromatherapy Roll On. Dengan kemasan yang kompak, minyak angin ini dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Selain itu, minyak angin ini dilengkapi dengan bola yang berfungsi memudahkan penggunaannya. Jadi Anda tidak perlu khawatir lagi isi minyak akan tumpah berkat bola roll ini. 

Anda bisa gunakan Safe Care Minyak Angin Aromatherapy Roll On untuk memulihkan tubuh dari kelelahan akibat beraktivitas berat. Ditambah lagi,  Safe Care Minyak Angin Aromatherapy Roll On bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko online pilihan Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Beli produk Safe Care sekarang juga!#yangadaSAFEnya.

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar