Kenapa Saat Puasa Perut Terasa Mual? Berikut Penjelasannya

Selasa, 13 Februari 2024 | Safecare Admin



kenapa-saat-puasa-perut-terasa-mual

Perubahan pola makan yang berubah selama puasa di bulan Ramadhan, terkadang akan muncul gejala mual yang dialami sebagian orang. Kondisi ini sebenarnya merupakan respons alamiah pada jaringan perut, yang sedang mencoba untuk beradaptasi dengan pola makan baru yang diterapkan. Penyebab mual pun pada orang-orang dapat berbeda, meski ujungnya akan ada dampak buruk yang sama pada sistem pencernaan.

Ketika mual, hal yang dirasakan oleh banyak orang yang mengalaminya adalah adanya nyeri, perut terasa melilit yang terkadang melebar ke ulu hati. Lantas, apa saja hal yang menjadi alasan perut terasa mual saat puasa? Berikut pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan di bawah ini.

 

1. Asam Lambung Naik

Naiknya tingkat asam pada lambung merupakan penyebab yang paling umum dari timbulnya mual selama menjalani puasa. Faktor ini dapat dipicu oleh beberapa kebiasaan tertentu, seperti kebiasaan tidur setelah sahur dan kegiatan makan malam yang terlalu dekat dengan waktu tidur. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sulit dihindari, terutama mengingat waktu yang singkat untuk makan berdekatan dengan shalat tarawih. Sehingga waktu makan malam akan bergeser dari jam normalnya.

Ditambah lagi setelah Anda makan malam di waktu yang larut, kemudian dilanjutkan dengan tidur dalam keadaan perut yang baru diisi makanan. Hal ini dapat mengakibatkan beban berat pada kinerja sistem pencernaan. Dampaknya, lambung tetap aktif ketika seseorang terbangun dari tidur. Keadaan ini menghasilkan tekanan pada dinding lambung dan menimbulkan sensasi mual tersebut, bahkan bisa berujung pada keinginan untuk muntah.

 

2. Porsi Makan Malam Yang Berlebih

Masih terkait tentang konsumsi makanan, tahukah Anda bahwa Ada proses interaksi antara otak dan perut dalam memberi sinyal kenyang. Sinyal kenyang muncul sekitar 15-20 menit setelah suapan pertama masuk ke dalam mulut.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Katherine J. Wu dari The Atlantic menyebutkan hal ini disebabkan pada mekanisme fisiologis tubuh yang melibatkan pelepasan hormon kenyang seperti leptin dan peptida YY (PYY) dari saluran pencernaan ke dalam darah. Yang kemudian memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh sudah terpenuhi dengan makanan.

Studi tersebut menyoroti bahwa pola makan yang terlalu cepat dapat menjadi salah satu penyebab peningkatan berat badan yang berlebihan. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan perhatian saat makan dengan cepat, yang sering kali menyebabkan konsumsi makanan yang berlebihan karena sinyal kenyang yang terganggu.

Oleh karena itu, ketika Anda makan terlalu cepat, tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk merespons dan menerima sinyal kenyang secara efektif. Hal ini dapat mengakibatkan rasa lapar masih ada, bahkan setelah konsumsi asupan makanan yang cukup. Sebagai akibatnya, muncul kecenderungan untuk terus makan lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kekenyangan yang berujung pada meningkatkan berat badan.

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Puasa

 

3. Dehidrasi 

Secara umum, kebutuhan cairan harian manusia idealnya adalah 2 liter atau setara dengan 8 gelas air putih. Alasannya adalah sekitar 80 persen dari komposisi tubuh manusia terdiri dari air. Kekurangan asupan cairan dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif terutama pada sistem pencernaan.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan, selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan air dan makanan. Hal ini menimbulkan tantangan terhadap pemenuhan kebutuhan tubuh dalam mengubah sumber asupan menjadi energi yang diperlukan saat beraktivitas.

 

4. Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Adanya kafein dalam tubuh ketika mengkonsumsi kopi atau teh  memiliki dampak signifikan pada kesehatan pencernaan. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa kafein berperan dalam proses diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine dan secara efektif menyebabkan kehilangan cairan pada tubuh. Kehilangan cairan ini dapat berpotensi mengganggu keseimbangan hidrasi tubuh. 

Selain itu, efek stimulan kafein dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah. Sekadar informasi, kandungan kafein dalam kopi adalah hal yang dinantikan oleh para penggemar kopi. Alasannya adalah kafein dapat memberikan kesegaran dan sugesti tubuh agar tetap terjaga saat beraktivitas sepanjang hari. Karena itu minum kopi saat sahur adalah untuk meningkatkan kebugaran dan energi tubuh selama menjalani puasa dan juga pekerjaannya.

Namun demikian, seorang pakar kesehatan dari Universitas Airlangga, Profesor Ari Fahrial Syam menyarankan agar kebiasaan ini dihindari. Meskipun jumlah kopi yang diminum mungkin sedikit, hal ini tetap berdampak buruk pada sistem pencernaan tubuh. Selain itu, kafein dalam kopi juga dapat melemahkan otot kandung kemih, mengakibatkan keterbatasan kapasitas penampungan air seni. Konsekuensinya, Anda yang menggemari minuman ini akan kesulitan dalam buang air kecil.

 

5. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Pedas

Makanan pedas memang lezat ketika dikonsumsi, namun kita semua tahu bahwa makanan pedas apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak akan menimbulkan masalah kesehatan terutama pada pencernaaan. Berbagai penyakit penyerta yang akan datang sebagai dampak buruk makanan pedas adalah GERD, atau yang dikenal dengan refluks asam lambung. Ketika Anda mengalami GERD, akan ada sensasi terbakar di dada akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Selain sensasi terbakar di dada, GERD juga dapat dikenali melalui gejala pencernaan, seperti bersendawa secara berulang, mual, dan muntah. Beberapa individu yang menderita GERD juga mengalami keluhan rasa asam di mulut. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dapat mengakibatkan peradangan pada saluran kerongkongan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kesulitan menelan makanan yang masuk.

 

6. Stress

Kadangkala muncul beban dalam pikiran yang menyebabkan stres saat sedang berpuasa. Padahal sejatinya selain menahan lapar dan haus, puasa juga melatih kita untuk mengontrol emosi dan sikap. lagipula, ketika stress dibiarkan, akan berdampak pada sistem pencernaan, yang akhirnya menyebabkan munculnya rasa mual dan tidak enak di ulu hati. Hal ini disebabkan stres dapat mempersempit pembuluh darah diseluruh tubuh termasuk pada pencernaan yang sangat berhubungan dengan kondisi lambung. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa lapar dan dahaga lebih cepat. Dan juga timbul nyeri di perut akibat terlalu lama menahan lapar.

 

7. Kadar Gula Darah Yang Rendah

Berpuasa dapat menyebabkan penurunan kadar gula dalam tubuh karena tidak adanya asupan gula selama jangka waktu tertentu. Karena itu berbuka dengan makanan atau minuman yang mengandung gula akan meningkatkan kembali kadar gula darah.

Namun, perlu diingat bahwa makanan atau minuman manis tidak boleh berlebihan. Konsumsi berlebihan makanan dan minuman manis selama bulan puasa dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam kadar gula darah, sehingga meningkatkan risiko diabetes.

Normalnya, kadar gula darah sebelum makan berkisar antara 70–130 milligram per deciliter. Setelah dua jam makan, kadar gula darah biasanya meningkat menjadi kurang dari 140 milligram per deciliter. Namun, setelah puasa selama delapan jam, kadar gula darah dapat turun menjadi kurang dari 100 milligram per deciliter.

Kondisi ini masih dianggap normal. Namun, jika kadar gula darah turun di bawah 70 milligram per deciliter, disarankan untuk membatalkan puasa karena risiko terhadap kesehatan yang lebih besar akan terjadi jika puasa dipaksakan dalam kondisi ini.

 

Selama bulan Ramadhan, sangat penting untuk mempertahankan kesehatan tubuh agar ibadah dapat berjalan optimal. Salah satu aspek yang memerlukan perhatian khusus dalam kelancaran puasa adalah kesehatan pencernaan. Namun, ketika gejala pencernaan muncul ketika puasa sedang berlangsung, bagaimana cara mengobatinya. Sedangkan kita tidak boleh mengonsumsi obat hingga waktu berbuka tiba. Jawabannya adalah dengan mengoleskan minyak angin aromaterapi pada perut.

 

 

Bicara soal minyak angin, Salah satu produk minyak aromaterapi yang bisa Anda andalkan saat ini adalah Safe Care Minyak Angin Forest 10ml. Dengan kemasan yang kompak, minyak angin ini dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Anda bisa gunakan ini untuk meredakan gejala nyeri yang tidak mengenakkan di area perut. Ditambah lagi,  Safe Care Minyak Angin Forest 10ml bisa Anda dapatkan di warung terdekat atau marketplace online pilihan Anda. Jadi, ayo tunggu apa lagi? Beli Safe Care Forest sekarang juga!#yangadaSAFenya

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar