Apa Saja Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa?

Selasa, 13 Februari 2024 | Safecare Admin



penyebab-sakit-kepala-saat-puasa

Berpuasa selama bulan Ramadhan selain bertujuan menambah pahala, juga memberikan dampak positif bagi kesehatan. Namun disisi lain, terdapat hambatan yang mengganggu kenyamanan dalam menunaikan ibadah puasa. Salah satu contohnya adalah pusing atau sakit kepala. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala saat berpuasa bervariasi pada setiap orang, tergantung pada kondisi fisik dan tingkat gejala yang dirasakan. Apa saja penyebab terjadinya pusing saat puasa? berikut ini kami jabarkan beberapa.

 

1. Tidak Memperhatikan Asupan Yang Dikonsumsi Saat Sahur

Kurangnya asupan makanan bergizi selama sahur dapat menjadi penyebab utama sakit kepala selama menjalankan ibadah puasa. Gejala ini umumnya muncul akibat keabadian dalam memilih konsumsi makanan sehat selama sahur. Kondisi ini bisa Anda hindari dengan mengkonsumsi beberapa makanan sehat yang direkomendasikan tinjauan dr. Rizal Fadli dari Halodoc sebagai berikut:

  • Makanan tinggi natrium atau garam, seperti sarden, keju, dan daging asap. Dapat membantu meningkatkan tekanan darah.
  • Makanan yang kaya asam folat, seperti pisang, alpukat, brokoli, dan bayam. 
  • Makanan yang mengandung vitamin B12, seperti salmon, tuna, kepiting, kerang, daging sapi, daging ayam, susu, dan telur. Berperan dalam mencegah terjadinya anemia yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah sebagai penyebab pusing saat puasa.

 

2. Dehidrasi

Selain konsumsi makanan, asupan air juga harus diperhitungkan ketika Anda sahur. Tinjauan Dr. Alaa Abdallah Ashour dari Hamad Medical, ketika Anda berpuasa, terutama dalam kondisi iklim yang panas, tubuh kehilangan cairan melalui proses penguapan dan aktivitas fisik yang berkurangnya asupan cairan. Dehidrasi terjadi ketika jumlah cairan yang keluar dari tubuh melebihi jumlah yang masuk, mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dan penurunan volume darah. 

Kondisi ini memengaruhi keseimbangan tekanan darah dan sirkulasi darah ke otak. Seiring berkurangnya cairan tubuh, kadar elektrolit seperti natrium dan kalium mengalami penurunan, yang dapat mempengaruhi fungsi saraf dan otot. Akibatnya, pusing dan kelelahan dapat menjadi gejala dehidrasi selama puasa. 

 

3. Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Kafein merupakan zat stimulan yang umum ditemukan dalam kopi, teh, minuman berenergi, dan beberapa jenis obat-obatan. Kafein memiliki efek diuretik, yang dapat menyebabkan dehidrasi serta meningkatkan produksi urine dalam tubuh. 

Tinjauan dr. Pallavi Suyog Uttekar, MD dari MedicineNet, selama berpuasa, di mana asupan cairan berkurang karena tidak makan dan minum pagi hingga maghrib, konsumsi kafein saat sahur dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Kondisi ini juga dapat meningkatkan stres pada tubuh yang sedang berpuasa, terutama jika seseorang memiliki penyakit atau gangguan terhadap perubahan dalam ritme jantung dan tekanan darah. Seperti hipertensi sampai stroke ringan.

 

4. Stress

Dikutip dari Nature &  Scientific Reports Journal, perubahan dalam pola makan, pola tidur, dan rutinitas sehari-hari dapat menciptakan beban tambahan pada tubuh dan pikiran seseorang saat berpuasa. Ketika seseorang mengalami hal ini, tubuh akan melepaskan hormon pemicu stres seperti kortisol dan adrenalin. Reaksi hormon ini dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan menyebabkan vasokonstriksi, yang dapat menghambat aliran darah ke otak. 

Pengaruh ini pada sirkulasi darah ke otak dapat menjadi faktor penyebab terjadinya sakit kepala. Selain itu, stres juga dapat memicu otot menegang, terutama di daerah leher, bahu dan kepala, yang tentunya memicu sakit kepala.

 

5. Hipoglikemia

Menurut Eman M. Alfadhli dari National Library of Medicine, hipoglikemia merupakan suatu kondisi dimana kadar glukosa darah berada dalam tingkat yang rendah. Jika dibiarkan,  dapat menjadi penyebab pusing ketika Anda berpuasa saat siang hari yang panas. Selama kondisi ini, tubuh mengalami penurunan pasokan glukosa yang menjadi sumber energi utama dalam tubuh. 

Glukosa dibutuhkan oleh otak untuk berfungsi dengan baik, ketika kadar glukosa darah turun di bawah level normal, otak dapat mengalami kekurangan energi. Hal ini dapat menyebabkan gejala umum seperti pusing, lemas, dan perasaan gelisah. Selain itu, gejala dehidrasi karena kurangnya asupan cairan selama puasa, dapat memperburuk gejala pusing dan membuat seseorang lebih rentan terhadap hipoglikemia.

 

6. Terlalu Banyak Beraktivitas

Intensitas aktivitas yang berlebihan selama periode puasa  cenderung mengalami peningkatan kebutuhan energi. Sedangkan asupan energi dari makanan dan minuman tidak tersedia dari imsak hingga waktu berbuka. Akibatnya, terjadi penurunan kadar gula darah. Penurunan kadar gula darah ini dapat menjadi salah satu penyebab utama pusing selama berpuasa. Otak sebagai organ yang sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama, merespons dengan adanya penurunan kadar gula darah dengan gejala seperti sakit kepala.

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Puasa

 

7. Kurang Tidur

Ketika Anda tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, akan terjadi gangguan pada fungsi kognitif dan respons tubuh. Nah, selama bulan puasa, jadwal tidur normal akan terpotong dengan sahur dini hari dan imsak yang terjadi sebelum fajar. 

Jika waktu tidur yang kurang, ditambah dengan waktu sahur, imsak serta subuh, produksi hormon melatonin dan kortisol, yang berperan dalam mengatur siklus tidur akan terganggu.  Perubahan kadar hormon ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam ritme sirkadian tubuh, yang pada gilirannya dapat memicu gejala seperti sakit kepala atau pusing. 

Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat tubuh mudah lelah, apalagi saat berpuasa, tidak ada asupan makanan dan minuman yang masuk ke mulut. Kombinasi antara kurang tidur, perubahan pola makan, dan dehidrasi dapat menjadi faktor utama penyebab pusing selama menjalani puasa.

 

8. Cuaca Panas

Pada saat tubuh terpapar suhu yang tinggi, ketika beraktivitas di luar ruangan atau di lingkungan yang kering, kebutuhan cairan meningkat untuk menggantikan keringat yang keluar. Ketika seseorang sedang berpuasa, asupan cairan menjadi terbatas karena tidak adanya konsumsi air. Akibatnya, tubuh mengalami kekurangan cairan, yang kemudian menimbulkan rasa lelah yang amat sangat. Jika terlalu lama terpapar suhu panas, pusing akan meradang dengan cepat.

 

9. Terjadi Fluktuasi Hormonal

Tanpa Anda sadari,  proses berpuasa memengaruhi keseimbangan hormonal dengan mengubah pola makan dan aktivitas tubuh. Selama puasa, terjadi penurunan kadar gula darah karena kurangnya asupan makanan dan air.  Selain itu, puasa juga dapat mempengaruhi kadar insulin, hormon yang mengatur metabolisme glukosa. Fluktuasi insulin dapat menyebabkan ketidakseimbangan gula darah, yang dapat berkontribusi pada gejala pusing.

Dikutip dari LifeMD, selama puasa tubuh mengalami perubahan metabolisme untuk mendapatkan energi dari cadangan lemak. Proses ini dapat memicu pelepasan keton, senyawa yang dihasilkan dari pemecahan lemak. Ditambah lagi perubahan hormon seperti ghrelin, yang mengatur rasa lapar, dan leptin, yang mengatur nafsu makan, akan mempengaruhi respons tubuh terhadap asupan makanan.

Tapi faktor ini dapat bervariasi antar individu, dan kondisi kesehatan masing-masing orang dapat memainkan peran dalam sejauh mana fluktuasi hormonal tersebut mempengaruhi gejala pusing selama puasa.

Ketika puasa, kita tidak diperbolehkan untuk makan dan minum. Secara otomatis juga tidak boleh mengonsumsi obat-obatan. Nah, yang menjadi masalah adalah bagaimana pusing meradang saat waktu berbuka masih panjang? Jawabannya adalah dengan mengoleskan minyak angin di bagian kepala.

Minyak angin terbuat dari berbagai bagian dari tanaman dengan fungsi untuk meningkatkan kesehatan dan meredakan gejala penyakit umum seperti sakit kepala. Hal ini berkat adanya wewangian aromaterapi yang mampu melegakan tubuh dan pikiran, sehingga pusing bisa diatasi sementara hingga waktunya mengkonsumsi obat.

 

 

Salah satu produk minyak aromaterapi yang bisa Anda andalkan saat ini adalah Safe Care Minyak Angin Forest 10ml. Dengan kemasan yang kompak, minyak angin ini dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Anda bisa gunakan ini untuk meredakan pusing atau sakit kepala yang meradang ketika beraktivitas pada masa puasa berlangsung. Selain itu, Safe Care Minyak Angin Forest juga dapat digunakan untuk mengobati masuk angin, serta gigitan serangga.

Minyak angin dari Safe Care ini bisa Anda dapatkan di warung terdekat atau marketplace online pilihan Anda. Jadi, ayo tunggu apa lagi? Beli Safe Care Forest sekarang juga!#yangadaSAFenya

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar