Kenapa Badan Meriang Kepala Pusing? Berikut Penjelasannya

Rabu, 18 Oktober 2023 | Safecare Admin



badan-meriang-kepala-pusing

Meriang, merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh seseorang yang merasa tidak enak badan. Istilah ini sering muncul ketika seseorang mengalami sensasi panas dingin secara bergantian. 

Meriang merupakan kondisi yang umumnya dihubungkan dengan sakit kepala atau pusing, meskipun bisa juga merupakan tanda dari beberapa penyakit lainnya. Seseorang yang mengalami sensasi menggigil, di mana tubuh mengalami getaran dan gemetar, kadang-kadang begitu kuat sehingga membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman. Meriang seringkali muncul pada kondisi cuaca atau suhu yang membuat tubuh tidak dapat beradaptasi dengan baik, sehingga gejala ini dapat terjadi. 

Penting untuk diingat bahwa meriang bukanlah penyakit yang harus diobati secara khusus, melainkan lebih merupakan respons tubuh terhadap berbagai faktor. Namun, jika gejala meriang berlanjut atau disertai dengan gejala lain yang lebih serius, sebaiknya segera rujuk kepada dokter untuk mendapatkan evaluasi dan perawatan yang sesuai. 

Selain itu, untuk Mencegah Badan Meriang Kepala Pusing, penting untuk mengetahui gejala atau penyebab apa saja yang dapat menyebabkan meriang menjangkiti tubuh kita.

 

1. Seluruh Tubuh Basah Akibat Kehujanan

Ketika Anda kehujanan saat pulang seusai bepergian, suhu tubuh akan cenderung turun karena air hujan memiliki suhu yang lebih dingin dari suhu tubuh manusia. Selain itu, kelembaban yang tinggi dari air hujan dapat menyebabkan kulit menjadi lembab dan dingin, terutama jika pakaian Anda juga basah dan menyerap kulit. Hal ini dapat mengakibatkan kontraksi pada pembuluh darah, terutama pembuluh darah di bagian kepala, dan dapat menyebabkan nyeri yang dikenal sebagai sakit kepala. 

Menurut American Migraine Foundation, perubahan cuaca, termasuk hujan, dapat menjadi faktor bagi beberapa orang yang rentan terhadap migrain. Kondisi ini dapat memengaruhi sirkulasi darah dan keseimbangan kimia dalam otak, menyebabkan gejala seperti rasa mual, dan sensasi berputar-putar. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda melengkapi diri dengan jas hujan atau payung ketika bepergian untuk menghindari tubuh menjadi basah setelah terkena hujan serta mencegah timbulnya gejala meriang dan sakit kepala dari kehujanan tersebut.

 

2. Terjadi Penurunan Suhu yang Cukup Ekstrim di Sekitar Anda

Ditinjau pernyataan Dr. Pittara dari Alodokter, penurunan suhu yang cukup ekstrim dapat menyebabkan gejala meriang disertai sakit kepala karena tubuh manusia berupaya menjaga suhu inti tubuh yang konstan, sekitar 37 derajat Celsius. Ketika Anda berada di suatu tempat dengan perubahan suhu yang berbeda dari tempat Anda, dan terjadi secara cepat, tubuh akan merespon dengan menyempitkan pembuluh darah di kulit untuk mengurangi hilangnya panas dari tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan ketegangan pada otot-otot yang mengelilingi pembuluh darah, termasuk di kepala.

Peningkatan tekanan darah dan ketegangan pada otot-otot ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang dapat memicu reaksi tubuh seperti menggigil. Untuk mengatasi kondisi ini, penting untuk menjaga diri tetap hangat dengan mengenakan jaket untuk menghangatkan badan ketika berada di tempat yang dingin, serta minum-minuman hangat untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. 

 

3. Terdapat Infeksi Virus 

Seringkali, ketika seseorang terinfeksi virus, mereka mengalami sakit kepala yang disertai meriang. Virus yang umum menjangkiti seseorang adalah virus Influenza. Sakit kepala ini dapat timbul sebagai hasil dari berbagai mekanisme yang terlibat dalam respons tubuh terhadap virus Influenza.

Ditinjau pernyataan Dr. Rio Aditya dari Klikdokter, mulanya, virus akan menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan atas. Ketika sel-sel ini rusak, mereka akan melepaskan zat-zat kimia, seperti prostaglandin, yang menjadi memicu rasa sakit pada area kepala.

Selain itu, tubuh secara otomatis merespons infeksi virus dengan meningkatkan suhu tubuh. Ini adalah salah satu cara yang digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan zat- zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Peningkatan suhu tersebut dapat mempengaruhi aktivitas saraf dan pembuluh darah di beberapa bagian dalam tubuh, yang dapat menyebabkan rasa meriang terjadi.

 

4. Kurang Istirahat

Kurangnya waktu tidur yang memadai dapat menjadi pemicu bagi sejumlah masalah kesehatan yang beragam, dan salah satu dampaknya adalah munculnya gejala meriang disertai dengan sakit kepala. Fenomena ini terjadi karena tubuh sangat tergantung pada proses pemulihan dan perbaikan sel-sel yang rusak. Dalam kondisi normal, saat kita beristirahat, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri, mengatur ulang sistem saraf yang letih selama aktivitas sehari-hari. Namun, ketika kita tidak memberikan tubuh kita waktu yang cukup untuk istirahat, maka berbagai penyakit akan menyertai.

Lembaga kesehatan Mayo Clinic menjelaskan bahwa kurangnya jam istirahat yang memadai dapat mengakibatkan peningkatan kadar hormon pemicu stres seperti kortisol. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan fisik dan mental Anda.

 

5. Suhu Ruangan Terlalu Dingin atau Panas

Ditinjau oleh Dr. Rizal Fadli dari Halodoc, Suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas dapat menimbulkan meriang disertai dengan sakit kepala karena tubuh akan berusaha untuk menjaga suhu inti tetap stabil dengan cara mengencangkan pembuluh darah, terutama di bagian kulit. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan ketegangan pada otot, yang pada akhirnya dapat menyebabkan sakit kepala. 

Di sisi lain, suhu ruangan yang terlalu panas dapat menyebabkan tubuh dehidrasi. Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan melalui keringat dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang juga dapat menyebabkan sakit kepala dan meriang terjadi.

 

6. Munculnya Perasaan Mual dan Muntah

Perasaan mual dan muntah dapat menjadi gejala yang sangat tidak nyaman dan dapat menimbulkan sensasi meriang disertai sakit kepala. Ini disebabkan oleh berbagai faktor kesehatan. Salah satu penyebab umum adalah gangguan gastrointestinal seperti infeksi saluran pencernaan atau makanan yang terkontaminasi. Ketika tubuh mencoba menyingkirkan zat berbahaya atau bakteri dengan cara muntah, hal ini dapat menyebabkan perasaan meriang dan sakit kepala. Selain itu, kondisi medis seperti migrain juga dapat menyebabkan rasa mual dan sakit kepala yang intens.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) gejala mual dan muntah sering kali bersifat reaktif terhadap kondisi kesehatan tertentu dan memerlukan perhatian medis jika tidak kunjung membaik.

 

7. Terlalu Banyak Melakukan Aktifitas

Stres fisik akibat pekerjaan dan aktivitas yang berlebihan yang dapat memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Ketika tubuh terpapar oleh kedua hormon tersebut, otot-otot pada kepala dan leher dapat menjadi tegang, sehingga menyebabkan rasa sakit di bagian kepala. Selain itu, hal tersebut juga dapat mengganggu pola tidur, sehingga waktu istirahat akan berkurang dapat menjadi faktor penyebab munculnya gejala tubuh menjadi meriang. 

Penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat yang cukup. Pastikan untuk tidur yang cukup, menjaga hidrasi yang baik, dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan minuman berkafein juga dapat membantu mencegah sakit kepala.

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar