Begini Cara Mengatasi Badan Terasa Panas Tapi Tidak Demam

Rabu, 18 Oktober 2023 | Safecare Admin



cara-mengatasi-badan-terasa-panas-tapi-tidak-demam

Ketika Anda merasa panas di sekujur tubuh, Anda secara otomatis akan mengartikannya sebagai tanda gejala penyakit seperti demam. Namun tidak semua gejala badan panas menuju kepada indikasi demam. 

Tubuh yang terasa meskipun suhu tubuhnya normal dapat terjadi secara alami karena berbagai alasan, seperti cuaca yang panas, tekanan mental, konsumsi makanan pedas, atau perubahan hormonal. Seperti saat masa menstruasi atau menuju menopause. Tetapi, keluhan semacam ini juga bisa disebabkan oleh faktor lain dan diketaui Penyebab Badan Terasa Panas Tapi Tidak Demam.

Namun jangan khawatir, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan ketika masalah ini terjadi. Sehingga Anda dapat mengatasinya sendiri dan tidak panik menghadapinya.

 

1. Perbanyak Konsumsi Air Putih

Konsumsi air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga suhu tubuh tetap optimal, terutama dalam cuaca panas. Ketika suhu tubuh naik karena paparan matahari, tubuh secara otomatis akan berkeringat. Seperti yang kita ketahui, air adalah komponen utama keringat, sehingga jika tidak ada asupan cairan yang cukup, risiko dehidrasi akan meningkat. Dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh karena tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu dengan baik.

Menurut National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, jumlah konsumsi air harian yang direkomendasikan bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan suhu lingkungan. Secara umum, wanita dewasa disarankan untuk mengonsumsi sekitar 2,7 liter air per hari, sedangkan pria dewasa sekitar 3,7 liter air per hari.

Penting untuk diingat bahwa jumlah konsumsi air yang dibutuhkan dapat berbeda-beda bagi setiap individu. Adanya rasa haus, warna urine yang cerah, dan kulit yang elastis adalah tanda-tanda umum bahwa Anda mengonsumsi cukup air. Oleh karena itu, untuk mencegah Anda dehidrasi, pastikan untuk menjaga asupan air dengan cukup sesuai untuk kebutuhan pribadi dan kondisi kesehatan Anda.

 

2. Atur Waktu Istirahat Yang Cukup

Untuk mencegah suhu tubuh yang panas, penting untuk mengatur waktu istirahat yang cukup. Sumber yang Journal dari National Sleep Foundation, menyarankan bahwa orang dewasa usia 18-64 tahun seharusnya mendapatkan antara 7-9 jam tidur setiap malam untuk menjaga kesehatan tubuh dan suhu tubuh yang optimal.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan tidur yang berkualitas dengan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, seperti kamar yang gelap, sejuk, dan tenang. Selama tidur, tubuh kita akan melakukan proses termoregulasi alami, yaitu mengatur suhu tubuh dalam rentang yang normal, sehingga menghindari suhu tubuh yang terlalu tinggi.

 

3. Jangan Kenakan Pakaian Yang Terlalu Ketat

Menggunakan pakaian yang longgar memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik di sekitar tubuh. Ketika kita bergerak atau melakukan aktivitas fisik, tubuh menghasilkan panas yang perlu dihilangkan untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Pakaian longgar memungkinkan hawa panas yang menempel pada kulit lebih mudah dilepaskan ke luar. Sehingga menghindari penumpukan panas di sekitar tubuh yang dapat menyebabkan badan mengeluarkan keringat berlebih.

Mengenakan pakaian yang ketat dapat menghambat aliran darah dan membatasi gerakan tubuh kita. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh karena pembuluh darah yang terkekang tidak dapat mengatur suhu dengan efisien. Ketika aliran darah terhambat, tubuh kita mungkin merasa lebih panas dan tidak nyaman. Pakaian yang terlalu ketat juga dapat menyebabkan gesekan dan iritasi kulit, yang dapat memperburuk masalah suhu tubuh yang tidak stabil.

Dalam situasi cuaca yang panas, pakaian yang longgar juga dapat membantu mencegah terjadinya dehidrasi. Keringat adalah cara alami tubuh untuk mengatur suhu, dan pakaian yang tidak terlalu ketat memungkinkan penguapan keringat dengan lebih baik. Ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh yang penting agar Anda tidak merasa kehausan dengan cepat.

 

4. Menggunakan Minyak Angin 

Meskipun minyak aromaterapi yang kita kenal menghasilkan hawa panas ketika dioleskan ke sebagian tubuh, ternyata benda ini juga bisa diaplikasikan untuk menurunkan suhu panas yang ada dalam permukaan tubuh. 

Salah satu produk minyak angin aromaterapi terbaik yang dapat ditemukan di Indonesia adalah varian dari Safe Care Aromatherapy roll on. Safe Care Aromatherapy roll on dirancang dengan cermat dan mengandung campuran minyak esensial alami yang telah terbukti memberikan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan.

 

 

Ketika digunakan dengan benar, minyak angin Safe Care Aromatherapy roll on memiliki potensi untuk mengurangi stres yang mungkin terjadi akibat berbagai faktor sehari-hari, menghilangkan ketegangan otot yang dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan, dan memberikan efek relaksasi yang sangat diinginkan dalam usaha menurunkan suhu tubuh yang meningkat. Ini adalah contoh bagaimana minyak aromaterapi dapat menjadi solusi serbaguna untuk berbagai masalah kesehatan dan kenyamanan penggunanya.

Dalam komposisi minyak esensial alami dalam minyak angin Safe Care Aromatherapy roll on, terdapat beragam bahan yang telah terbukti memiliki sifat-sifat relaksasi yang menyegarkan. Beberapa minyak esensial yang sering digunakan dalam produk ini memiliki khasiat untuk meredakan penyakit dalam dan luar secara efisien.Dengan demikian, minyak aromaterapi seperti Safe Care Aromatherapy roll on adalah alat yang berharga dalam perjuangan kita untuk menjaga tubuh kita tetap sejuk dan sehat dalam berbagai kondisi.

 

5. Mengatur Suhu Ruangan Agar Sejuk

Mengatur suhu ruangan dengan baik adalah suatu tindakan yang penting untuk memastikan kenyamanan di dalam ruangan. Selain membuat ruangan lebih sejuk juga untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap normal.

Pertama-tama, penting untuk memperhatikan bagaimana sinar matahari dapat mempengaruhi suhu dalam ruangan. Untuk menghindari peningkatan suhu yang disebabkan oleh sinar matahari, pastikan bahwa tirai atau penutup jendela ditutup dengan baik pada siang hari. Ini akan membantu mengurangi paparan langsung terhadap sinar matahari yang dapat meningkatkan suhu ruangan dengan signifikan.

Selanjutnya, penting untuk memiliki alat pendingin udara yang tepat dan menggunakannya dengan bijak. Alat seperti kipas angin atau AC dapat membantu mengatur suhu ruangan agar lebih sejuk.Untuk pengaturannya, suhu AC sebaiknya diatur pada tingkat yang nyaman, yang biasanya berada dalam kisaran antara 22 hingga 16 derajat Celsius, tergantung pada preferensi individu dan kondisi cuaca sekitar.

Selain itu, penting untuk memastikan bahwa udara di dalam ruangan terus beredar dengan baik. Membuka jendela jika cuaca di luar dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara dan menghilangkan udara yang terasa pengap di dalam ruangan. Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menambahkan tanaman pot ke dalam ruangan Anda. Tanaman pot dapat memiliki manfaat ganda: mereka dapat membantu menjaga kelembaban udara di dalam ruangan, serta memberikan sentuhan alami yang menyegarkan dalam ruangan yang Anda tempati.

 

6. Jangan Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Pedas dan Panas

Mengonsumsi makanan pedas dan panas dengan berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Ketika kita makan makanan pedas, tubuh akan merasakan sensasi panas yang disebabkan oleh senyawa kimia seperti capsaicin. Hal ini dapat meningkatkan suhu tubuh secara sementara, membuat kita merasa tidak nyaman seperti berkeringat berlebihan. Selain itu, makanan pedas juga dapat mengiritasi saluran pencernaan, menyebabkan asam lambung naik, dan menyebabkan masalah pencernaan.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan pedas dan panas dengan bijak. Pastikan untuk menjaga keseimbangan dan variasi dalam pola makan Anda, menghindari konsumsi berlebihan makanan pedas, terutama dalam kondisi cuaca yang panas. Selalu pastikan untuk minum air yang cukup untuk menjaga hidrasi tubuh Anda, dan jika Anda merasa kepedasan setelah makan makanan pedas, cobalah minum air hangat untuk meredakan sensasi panas tersebut. Dengan mengontrol asupan makanan pedas dan panas, Anda dapat menjaga suhu tubuh Anda dalam batas normal.

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar